
Seiring bertambahnya usia, jumlah dan ukuran serabut otot kita bisa menurun cukup drastis. Banyak orang mengira ini sesuatu yang pasti terjadi dan tidak bisa dihindari. Padahal sebenarnya, penurunan ini bisa diperlambat bahkan sebagian dicegah dengan tetap aktif bergerak.
Latihan otot (strength training) dan olahraga kardio sangat membantu menjaga massa dan kekuatan otot. Tubuh kita pada dasarnya mengikuti prinsip sederhana: otot yang sering dipakai akan dipertahankan, yang jarang dipakai akan mengecil.
Karena itu, otot yang terbiasa sedentary atau jarang bergerak biasanya lebih cepat mengalami penyusutan.
Ada juga kondisi di mana tonus otot memang sudah rendah sejak lahir, yang disebut hipotonia. Salah satu contohnya pada anak dengan Down syndrome. Walaupun banyak anak Down syndrome memiliki wajah ceria dan sering terlihat awet muda, secara fisiologis mereka memang memiliki tonus otot yang lebih rendah, sehingga stimulasi aktivitas fisik sejak dini sangat penting.

Kalau kita melihat penampang melintang otot, perbedaannya cukup jelas antara usia muda dan usia tua.
Pada usia muda, serabut otot terlihat besar, padat, dan rapat.
Sedangkan pada usia yang lebih tua, serabut otot mulai mengecil dan menyusut. Ruang yang sebelumnya diisi oleh serabut otot perlahan bisa digantikan oleh jaringan lemak, terutama pada orang yang jarang bergerak.
Proses ini sering makin cepat pada mereka yang mengalami penuaan sel (senescence) akibat gaya hidup yang kurang aktif.
Karena itu, menjaga tubuh tetap bergerak sangat penting. Tidak harus olahraga berat—yang penting otot tetap dipakai secara rutin, sehingga kekuatan tubuh dan kualitas hidup bisa tetap terjaga sampai usia lanjut.
